Edukasi Karyawan Sky Garden – Kuta

Acara dibuka oleh Wisnu dan didampingi oleh Bapak Idris HRD dari Sky Garden pada tanggal 10 Desember 2014 jam 19.30 Wita. Tujuan dari pemberian informasi dan peyuluhan ini agar semakin banyak pengetahuan HIV dan AIDS di kalangan karyawan diskotik Sky Garden dan bisa melindungi dari untuk berperilaku yang aman .

Sesi diberikan dalam metode diskusi kelompok dengan menggunakan metaplan. Kelompok dibagi menjadi 5 , kelompok pertama  membahasi dan diskusi mengenai apa pengertian HIV dan AIDS dan apa saja prinsip penularan HIV dan AIDS supaya tidak ada lagi mitos tusuk gigi menularkan dan bahkan berciuman menularkan HIV.

Kelompok dua membahas bagaimana pencegahan bisa dilakukan dan apa saja yang tidak beresiko menularkan HIV. Dilanjutkan oleh kelompok tiga yang membahas diskusi terkait dengan apa itu stigma dan diskriminasi serta kenapa stigma muncul pada Odha dan bagaimana seharusnya sikap terhadap Odha.

Kelompok empat membahas mengenai apakah HIV ada obatnya dan Apa Fungsi ARV bagi Odha dan hal – hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam minum ARV ?

Kelompok yang terakhir membahas mengenai mitos- mitos apa saja yang berkembang di masyarakat mengenai HIV dan AIDS ini.

Saat diskusi sangat seru dan bahkan mereka bahkan berdebat terkait akan ada tidaknya obat untuk orang dengan HIV di Bali .

Setelah diskusi kelompok masing – masing mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya yang kemudian dibenarkan oleh fasilitator untuk peningkatkan pemahaman mereka terhadap HIV dan AIDS ini.

Sesi dilanjutkan dengan peragaan penggunaan kondom yang benar, sesi ini menarik perhatian karyawan karena mereka merasakan cukup simpel ternyata ada ketentuannya dalam menggunakan kondom agar tidak bocor.

Beberapa pertanyaan yang sangat menarik muncul :

apa hubungannya penyakit kelamin dengan HIV ? Jika kita terkena penyakit kelamin misalnya herpes, gonorea atau penyakit kelamin yang lain maka jika kita berhubungan seks dengan yang teinfeksi HIV itu akan memudahkan penularan karena kondisi kita dalam keadaan lemah dengan penyakit kelamin tadi untuk itu dihimbau dengan menggunakan kondom akan lebih efektif.

Dan jika kita melakukan hubungan seks yang beresiko dan kita tes darah apakah berapa banyak virus ada dalam tubuh? Persentasenya memang kecil dalam hubungan seksual kecuali tertular dari tranfusi darah.

Apakah jarum tato beresiko menularkan virus HIV ? kita ingatkan dengan 4 pinsip penularan HIV kalo virusnya cukup serta survive di dalam jarum ada resiko tertular begitu sebaliknya.

Share This :
This entry was posted in Aktivitas. Bookmark the permalink.

Comments are closed.