Dialog Ibu Mentri Kesehatan dengan Kelompok Penggagas di Indonesia

Pagi tepat pukul 08.00 WIB kami kedatangan Ibu Mentri Kesehatan, Ibu Dr. Nila Moeloek  pada tanggal 17 Desember 2014 di Swiss Bellin Tangerang, Jakarta.

Bu Menteri mendapatkan gambaran hasil capaian dukungan kepada orang dengan HIV dan AIDS yang dilakukan oleh kelompok penggagas dan kelompok sebaya Odha di 32 propinsi oleh Bapak Daniel Marguari dari Kelompok Penggagas Nasional Spritia. Hampir 77 ribu Odha yang didampingi oleh kelompok penggagas di Indonesia. Lima  pilar pemberdayaan dari kelompok penggagas dipahami oleh Ibu mentri berupa pilar kepercayaan diri, pemahaman  informasi HIV dan AIDS, akses layanan kesehatan, pencerahan positif bagi Odha dan pilar terakhir adalah melakukan kegiatan yang positif.

Pemaparan tentang dukungan kepada anak–anak juga disampaikan melalui dana Positif Fund untuk mendukung anak–anak yang positif HIV dan anak yang butuh dukungan karena orangtuanya meninggal karena AIDS serta anak yang mendapatkan diskriminasi di sekolahnya.

Dukungan dana program dari luar negeri disampaikan kepada Ibu mentri yang setiap tahunnya semakin menurun untuk dukungan HIV dan AIDS di Indonesia. Dan melihat situasi tersebut ibu mentri memberikan masukan agar melakukan kegiatan yang inovatif bekerjasama dengan privat sector untuk memobilisasi sumber daya yang ada di Indonesia. Dengan memberikan contoh inisiasi beliau mendukung masyarakat untuk mendapatkan operasi mata – Katarak melalui dukungan dari Sidomuncul.

Ibu Mentri sangat mengapresiasi beberapa program kegiatan yang telah dilakukan oleh kelompok penggagas di 32 Propinsi di Indonesia (dari hilir)  dengan program kegiatannya antara lain ; Penguatan dan pengembangan sistem dukungan sebaya Odha, Program pemberdayaan Odha , diseminasi informasi, program membangun kemitraan rujukan dan advokasi serta mitigasi sosial /pengurangan dampak buruk dan ekonomi Odha – keluarganya serta mobilisasi sumber daya .

Saya Putu Utami dari Spirit Paramacitta menyampaikan bahwa 50 anak yang positif di Bali telah mendapatkan akses pengobatan ARV dan mendapatkan informasi HIV dan AIDS serta  pengobatan ARV melalui  cerita dongeng buat anak – anak yang terinfeksi dan terdampak di Bali. Serta menanyakan bagaimana pemerintah mengalokasikan anggarannya untuk keberlanjutan ARV di Indonesia yang saat ini masih didukung oleh Global Fund ?

Ibu mentri sangat tertarik untuk mengedukasi kepada anak- anak yang terinfeksi dan yang terdampak dan yang sama sekali belum tersentuh akan informasi untuk diberikan pesan-pesan dongeng dan cerita melalui sampul/cover depan  beberapa buku tulis agar diberikan pesan–pesan HIV dan AIDS, no stigma dan diskriminasi kepada orang dengan HIV dan AIDS serta pesan pencegahan melalui dongeng sampul buku tulis tersebut dengan gambar yang kreatif. Untuk keberlanjutan pengobatan ARV diperlukan koordinasi kebutuhannya kepada Bapak Presiden Jokowi.

Share This :
This entry was posted in Berita. Bookmark the permalink.

Comments are closed.